Archive for the Articles Category

JAPANESE STREET FASHION? Why Not??

Posted in Articles on March 23, 2008 by gothicloli

“Street fashion” berkembang pesat di Jepang dewasa ini. Hal tersebut sangat erat kaitannya dengan peran kalangan anak-anak muda (remaja) di berbagai penjuru kota Jepang yang berlomba-lomba untuk menampilkan sesuatu yang baru dan unik. Tetapi yang lebih penting adalah berbagai gaya yang tercipta pada dasarnya menampilkan kepribadian masing-masing personal. Ada berbagai macam Street Fashion yang tercipta di Jepang, diantaranya yang terkenal adalah Harajuku Style, Cosplay, Ganguro, Lolita, dan Kogal. Street Fashion tersebut dapat dijumpai di kota-kota kawasan Jepang seperti Harajuku, Shibuya, Ginza, Odaiba, dan Shinjuku. Dengan kata lain, Street Fashion telah menjadi suatu trendsetter di Jepang.

Lolita Cloths

Bahkan di negara besar seperti Amerika juga terkena wabah Street Fashion ini, misalnya jika kita lihat dari penampilan live artis Gwen Stefani dalam albumnya yang berjudul ”Love. Angel. Music. Baby.” pada tahun 2004. Pada album tersebut terlihat bahwa Stefani sudah terpengaruh dengan Street Fashion Jepang yaitu dengan menggunakan penari latar (bernama Harajuku Girls) yang mengenakan kostum Gothic Lolita, sedangkan ia sendiri memadukan busana Christian Dior dengan busana gaya Jepang. Dampak lebih jauh yaitu dalam berbagai media, Stefani yang lahir pada tanggal 3 Oktober 1969 ini tidak hanya diakui dan dikenal sebagai penyanyi, pencipta lagu, dan aktris, tetapi juga sebagai seorang fashion trendsetter.

Lolita Cloths

Nampaknya wabah Street Fashion Jepang tidak hanya terjadi di negara adikuasa tetapi juga di Indonesia. Terbukti dengan penampilan beberapa penyanyi dan grup band, baik lokal maupun nasional. Contohnya seperti penampilan Maia Achmad pada Duo-Ratu dan Agnes Monica yang menggunakan konsep Harajuku; demikian halnya dengan Pinkan Mambo (mantan vokalis Duo Ratu) yang menggunakan konsep Lolita Fashion. Sedangkan grup band yang telah terpengaruh dengan kebudayaan Jepang juga tampil dengan konsep Street Fashion seperti J-Rocks, dan bahkan band-band lokal Jogjakarta seperti Restu Ibu, Rev de Kei, Netsubou, dan lainnya.

Tidak kalah menarik; ternyata tidak hanya public figur (entertainer) saja yang mengikuti gaya Street Fashion, tetapi juga kalangan anak-anak muda yang bergabung menjadi suatu komunitas. Di dalamnya mereka bebas berekspresi sesuai dengan karakter masing-masing, bahkan sampai mengadakan beberapa event yang berhubungan dengan kebudayaan Jepang. Tetapi pada kenyataannya mereka tetap menjadi diri sendiri, karena mempelajari kebudayaan asing bukan berarti harus meninggalkan kebudayaan Indonesia. So, buat kamu-kamu yang ingin tampil bergaya ala Street Fashion, tidak ada salahnya bila kamu mencoba sedikit tips dalam hal berpakaian sesuai dengan konsep Street Fashion meskipun sederhana, sebagai berikut:

Langkah-langkah:

  1. Hindari konsep keserasian. Tentu saja, biasanya kita akan lebih suka menjodohkan misalnya jeans warna biru dengan kaus T-shirt favorit kita. Tetapi cobalah memadukan kemeja (kaus berkerah) dengan banyak kaus berwarna-warni di dalamnya.
  2. Untuk aksesoris, dapat memakai legwarmers atau leggings (pembalut kaki), kaus-kaki motif polkadot, beruntai-untai kalung besar (kalung mutiara), topi, dasi, penutup telinga, syal warna-warni, tas tangan, dan lainnya. Buatlah supaya indah/manis.
  3. Makeup yang digunakan usahakan mirip seperti boneka, tetapi jangan berlebihan. Tidak harus menggunakan lisptik berwarna terang, tetapi lebih baik memakai eyeliner yang tebal (jenis liquid, di atas kelopak mata). Jenis makeup tiap-tiap Street Fashion tidaklah sama, oleh karena itu perlu pemahaman lebih lanjut untuk masing-masing gaya tersebut.
  4. Rambut haruslah ditata. Seperti cewek-cewek Harajuku, potongan rambutnya biasanya pendek (gaya bob) yang disertai dengan poni (tinggi di atas alis mata) dan kucir (pendek); atau rambut panjang lurus. Selain itu, mereka biasanya mempunyai rambut yang berwarna-warni, misalnya warna pink terang ataupun warna pelangi. Tidak lupa dengan aksesoris rambut, bisa berupa pita rambut atau jepit rambut yang dipasang dalam jumlah banyak, bahkan sampai berjumlah lima/enam buah.
  5. Gunakanlah sepatu khusus seperti misalnya model platform (sepatu hak tinggi; alas datar; bentuknya mirip dengan sepatu bot).
  6. Japanese street style menggambarkan kepribadian seseorang, tidak cukup hanya dengan memadukan baju (berlapis-lapis), rambut berwarna, dan memakai makeup saja. Gaya tersebut dapat berubah-ubah seiring dengan perkembangan waktu, oleh karena itu anda perlu membaca beberapa buku/majalah fashion sebagai referensi. Bila menginginkan tampil ala Cosplay, manga dan anime dapat menjadi pilihan yang tepat untuk berkreasi. Bisa juga menambah referensi tentang fashion lewat majalah-majalah remaja untuk memadukan gaya busana Indonesia dan Jepang.

Petunjuk:

  • Cobalah untuk tidak berbelanja di toko pakaian biasa atau department store. Tempat berbelanja yang tepat adalah toko/butik kecil dan toko yang menjual berbagai macam aksesoris khusus Jepang.
  • Ingatlah, bahwa ada bermacam-macam street style di Jepang, seperti Ganguro, Harajuku, Lolita, Kogal, dan lainnya. Sebenarnya tidak ada aturan yang pasti untuk menjadi bagian dari street style tersebut, yang bisa dilakukan adalah mempelajarinya dengan tetap mengasah kreativitas.

Hal yang perlu diperhatikan:

  • Jangan berlebihan dalam mengekspresikan diri sesuai dengan konsep street fashion. Misalnya cukup menggunakan maksimal dua lembar kaus dan lima jenis warna saja (tidak termasuk motif garis/ motif lain).

Sumber: japanesestreetstyle.blogspot

Anime Maniac

Posted in Articles on March 23, 2008 by gothicloli

Para remaja tanggung ini memang fanatik dengan semua yang berbau Jepang, termasuk masalah fashion-nya. “Fashion Jepang biasanya dipakai kalau ada event berbau Jepang,” kata Vita Elisheva Yusa, Pemimpin Redaksi Majalah Animonster.

Menurut Velis–panggilan akrab Vita Elisheva Yusa–Indonesia terlambat setahun dari tren fashion Jepang. Bahkan gaya penyanyi Agnes Monica yang sering tampil ala fashion Jepang, kata Velis, sudah ketinggalan zaman. “Di Jepang gaya seperti dia sudah lama.” Terang saja gaya di sini ketinggalan, pasalnya, menurut Velis, tren ini terlebih dulu diserap oleh Korea, Taiwan, dan Hong Kong baru Indonesia.

Bergaya fashion Jepang memang mengasyikkan. Gayanya amat berbeda dengan busana-busana lain. Bagi Velis, gaya ini punya daya tarik sendiri. “Aneh, unik, keren, dan stylish.” Gaya fashion Jepang memang terlihat “suka-suka”. Apalagi penggemar yang terdiri dari para remaja, mereka ingin beda dan terlihat menonjol dengan gaya sendiri. Dan fashion Jepang amat tepat mewakilinya.

Lolita Cloths

Kini gaya yang sedang in adalah gals dan gothic Lolita. Sedangkan para lelaki memilih gaya gothic punk. Gaya gals di Jepang dipopulerkan oleh remaja yang suka hang out di Harajuku, Shibuya, dan Shinjuku. Harajuku adalah nama satu jalan yang funky di Jepang. Toko-toko berderet-deret dan anak-anak muda yang dinamis hampir semua berkumpul di tempat ini.

Lolita Cloths

Dari fashion-nya memang terlihat bahwa anak-anak muda di Harajuku ingin menampilkan ekspresi kebebasan. Tengok saja dandanan wajahnya. Cat rambut warna-warni, cat kuku juga warna-warni, mulai merah, ungu, hingga hitam. Pakaian yang dikenakan pun rada aneh-mirip komunitas punk di sini. Gaya gals, menurut Velis, adalah gaya anak baru gede yang berlebihan. “Gayanya over dan rame,” ujar penggemar anime sejak kecil ini. Pasalnya, gaya dandanannya mirip betul dengan tokoh-tokoh di komik Jepang.

Gaya yang cukup unik adalah gaya gothic Lolita. Dari namanya Anda pasti sudah paham bahwa busana ini lebih mirip dengan busana anak-anak. Lebih tepatnya mirip boneka anak-anak. Warna hitam mendominasi gaya busana ini. Kesan lucu dan imut terlihat dari banyaknya paduan renda dan kerutan di beberapa bagian busana ini. Uniknya lagi, kaus kaki atau stocking warna hitam-putih selalu menutupi kaki mereka. Gaya rambutnya pun dibuat unik seperti boneka dengan poni dan kuncir dua dengan paduan pita.

Lolita Cloths

Gaya gothic punk yang dipakai oleh remaja pria didominasi dengan warna gelap. Paduan celana pendek kotak-kotak seperti celana para Highlander dari Skotlandia. Rambut dibuat nge-punk. Sebenarnya ini semua tak lepas dari para kartunis Jepang yang membuat karakter aneh-aneh. Para desainer lalu mewujudkannya dalam dunia nyata. Karakter khayalan dibuat menjadi nyata. “Mana ada sih orang asli berambut biru,” katanya.

Sumber: KORANTEMPO